USD/IDR Bertahan di Atas 16.250, Rupiah Lemas di 16.283, NFP AS yang Lemah Tingkatkan Harapan Hard Landing AS
|
- USD/IDR masih berusaha bertahan di 16.250, sehingga Rupiah Indonesia sedikit tertekan di 16.283.
- IMP Manufaktur S&P Global Indonesia turun ke 49,3, Inflasi YoY bulan Juli merosot ke 2,13%. IMP Manufaktur ISM AS bulan Juli melemah ke 46,8.
- Data NFP AS yang lebih lemah meningkatkan harapan akan hard landing di AS dan pemangkasan suku bunga sebesar 50 bp di bulan September.
Pasangan USD/IDR masih melayang di atas 16.250 pada perdagangan sesi Asia pagi ini, sekarang masih bertahan di 16.283 setelah rilis serangkaian data AS semalam. Kisaran perdagangan Rupiah sejauh ini masih berada di antara 16.300-16.250 menjelang data NFP malam nanti.
Kemarin, IMP Manufaktur Indonesia dari S&P Global turun ke 49,3 pada Juli 2024, dari 50,7 pada bulan sebelumnya. Laju inflasi tahunan di Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik turun ke 2,13% pada Juli dari 2,51% pada Juni, di bawah konsensus 2,40%. Angka bulanan turun 0,18% dari 0,08%, meleset dari estimasi untuk kenaikan ke 0,1%. Sementara itu, inflasi inti meningkat 1,95% dari sebelumnya dan prakiraan 1,90%.
Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI), inflasi Indonesia masih terjaga dalam kisaran 2,5±1%. Hal ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (baik Pusat maupun Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, BI masih meyakini inflasi akan tetap berada di kisaran 2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025.
Klaim Tunjangan Pengangguran Awal di Amerika Serikat (AS) untuk minggu yang berakhir pada tanggal 26 Juli, secara mengejutkan naik ke 249.000, lebih buruk dari yang diantisipasi. Selain itu, Challenger Job Cuts melaporkan jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berada di 25.885 pada bulan Juli, turun 47% dari jumlah PHK di 48.786 yang tercatat pada bulan sebelumnya. Kemudian, Produktivitas Nonfarm pada kuartal kedua 2024 naik 2,3%, sementara Biaya Unit Tenaga Kerja pada periode yang sama tercatat di tingkat 0,9%, jauh lebih rendah dari 3,8% sebelumnya
Selain itu, IMP Manufaktur ISM AS turun ke 46,8 dari 48,5 pada bulan Juli. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar yang sebesar 48,8. Indeks Ketenagakerjaan survei IMP anjlok ke 43,4 dari 49,3, pada bulan Juli, sementara, Indeks Pesanan Baru turun ke 47,4 dari 49,3. Selanjutnya, Indeks Harga yang Dibayar ISM naik ke 52,9 dari 52,1 pada periode yang sama.
Indeks Manufaktur yang lemah ini menyebabkan saham dan obligasi AS turun, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10-tahun anjlok ke 3,963%.
Hari ini seluruh fokus akan tertuju pada data Nonfarm Payrolls AS bulan Juli yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Data ini diharapkan turun ke 175.000 dari 206.000 sebelumnya. NFP yang lebih lemah akan membuat harapan hard landing di AS dan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis di bulan September meningkat, seperti yang ditunjukkan oleh Perangkat CME FedWatch saat ini, peluang pemangkasan suku bunga ke 4,75%-5,00% naik menjadi sebesar 30,5% dari 11,8% sebelumnya.
Indikator Ekonomi
Nonfarm Payroll (NFP)
Rilis Nonfarm Payrolls menyajikan jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua bisnis non pertanian; dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). Perubahan bulanan dalam payrolls bisa sangat fluktuatif. Angka tersebut juga tunduk pada tinjauan yang kuat, yang juga dapat memicu volatilitas di bursa Forex. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish, meskipun tinjauan bulan sebelumnya dan Tingkat Pengangguran sama relevannya dengan angka utama. Oleh karena itu, reaksi pasar bergantung pada bagaimana pasar menilai semua data yang terkandung dalam laporan BLS secara keseluruhan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Agu 02, 2024 12:30 GMT (19:30 WIB)
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 175Rb
Sebelumnya: 206Rb
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Laporan pekerjaan bulanan Amerika dianggap sebagai indikator ekonomi paling penting bagi pedagang valas. Dirilis pada hari Jumat pertama setelah bulan yang dilaporkan, perubahan jumlah posisi berkorelasi erat dengan kinerja ekonomi secara keseluruhan dan dipantau oleh pembuat kebijakan. Pekerjaan penuh adalah salah satu mandat Federal Reserve dan mempertimbangkan perkembangan di pasar tenaga kerja saat menetapkan kebijakannya, sehingga berdampak pada mata uang. Meskipun beberapa indikator utama membentuk perkiraan, Nonfarm Payrolls cenderung mengejutkan pasar dan memicu volatilitas yang substansial. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.