- Harga Emas berada di rekor tertinggi baru di atas $3.130 pada awal hari Selasa, menunggu pengumuman tarif AS pada hari Rabu.
- Penolakan Presiden AS, Trump, terhadap tarif yang lebih sempit kembali membebani Dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
- RSI harian tetap sangat jenuh beli, mengindikasikan kemungkinan koreksi pada harga Emas?
Harga Emas mendekati level psikologis $3.150 dalam perdagangan sesi Asia pada hari Selasa, melanjutkan rally rekor. Para pembeli Emas dengan antusias menunggu pengumuman AS soal "tarif timbal balik" pada hari Rabu untuk mendapatkan dorongan arah baru. Sementara itu, pembaruan tarif dan data AS tingkat atas kemungkinan akan membuat mereka terhibur.
Harga Emas Tetap Tak Terhentikan di Tengah Masalah Tarif
Harga Emas yang merupakan aset safe-haven tradisional menunjukkan lonjakan baru di awal hari Selasa setelah sedikit pullback dari rekor tertinggi di akhir perdagangan sesi Amerika pada hari Senin. Ketegangan menjelang pengumuman tarif AS pada hari Rabu dan dampak ekonominya kembali memanas setelah Presiden Donald Trump menolak rencana tarif yang lebih sempit pada Senin malam, mencatat bahwa rencana tarif timbal baliknya akan menargetkan semua negara lainnya.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyoroti apa yang dia sebut "Dirty 15" — 15% negara yang berdagang secara intensif dengan AS dan memiliki tarif tinggi. Bessent menambahkan bahwa Trump akan mengumumkan tarif ini pada 2 April pukul 19:00 GMT (Kamis, 02:00 WIB).
Pembaruan ketegangan di seputar cakupan 'tarif timbal balik' memicu aksi jual Dolar AS (USD) baru karena hambatan perdagangan diprakirakan akan merusak prospek ekonomi AS.
Stagflasi AS yang potensial dapat mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk melakukan pemotongan suku bunga yang agresif. Narasi ini sangat membebani USD dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sementara harga Emas menantang rekor tertinggi.
Logam mulia ini juga memanfaatkan peningkatan pembelian dari bank-bank sentral dan peningkatan aliran dana ke exchange-traded funds (ETF) di tengah ketidakstabilan dan kepanikan pasar. Harga Emas tetap berada di jalur untuk kuartal terkuatnya sejak 1986.
Namun, harga Emas dapat mengalami pullback lainnya di sesi-sesi mendatang jika para pedagang menyesuaikan posisi beli mereka menjelang 'Hari Pembebasan' Trump pada 2 April. Pasar juga dapat menggunakan data ekonomi AS sebagai alasan untuk melakukan profit-taking, bersiap menghadapi 'tarif timbal balik' Trump, yang diprakirakan akan memicu volatilitas yang intens.
Analisis Teknis Harga Emas: Grafik Harian
Grafik harian menunjukkan bahwa Relative Strength Index (RSI) 14-hari tetap berada di wilayah jenuh beli yang tinggi, saat ini di 78,50, mengindikasikan bahwa para pembeli mungkin sudah kehabisan tenaga.
Oleh karena itu, pullback singkat dapat terjadi, menarik harga Emas kembali menuju level angka bulat $3.100.
Support relevan berikutnya terlihat di terendah hari sebelumnya di $3.077, di bawahnya level psikologis $3.050 akan diuji.
Di sisi lain, pembeli Emas perlu menemukan penerimaan di atas ambang $3.150 untuk memulai kenaikan baru menuju level $3.200.
pertanyaan umum seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Analisa Terkini
Pilihan Editor

EUR/USD Menguat saat Dolar AS Tertekan setelah Hari Pembebasan
EUR/USD naik ke level tertinggi sejak Oktober sekitar 1,1145 pada sesi Amerika Utara hari Kamis dan mencatat kenaikan hampir 2,5% pada hari ini.

Dolar AS Jatuh saat Tarif Timbal Balik Mengguncang Pasar
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, mengalami perubahan seismik lainnya, diperdagangkan pada level yang belum terlihat sejak awal Oktober sekitar 101,500 dan mengoreksi hampir 2,00% pada saat berita ini ditulis pada hari Kamis.

Pratinjau Nonfarm Payrolls AS Bulan Maret: Menganalisis Reaksi Harga Emas terhadap NFP yang Mengejutkan
Secara historis, seberapa besar dampak laporan tenaga kerja AS terhadap valuasi Emas? Dalam artikel ini, kami menyajikan hasil dari sebuah studi di mana kami menganalisis reaksi pasangan XAU/USD terhadap 35 rilis NFP sebelumnya*.

Deteksi level-level utama dengan Technical Confluence Detector
Tingkatkan titik entri dan exit Anda juga dengan Technical Confluence Detector. Alat ini mendeteksi pertemuan beberapa indikator teknis seperti moving average, Fibonacci atau Pivot Points dan menyoroti indikator tesebut untuk digunakan sebagai dasar berbagai strategi.

Ikuti pasar dengan Grafik Interaktif FXStreet
Jadilah trader yang cerdas dan gunakan grafik interaktif kami yang memiliki lebih dari 1500 aset, suku bunga antar bank, dan data historis yang luas. Ini merupakan alat profesional online wajib yang menawarkan Anda platform waktu riil yang dapat disesuaikan dan gratis.